
Palembang Hari ini Duta Pariwisata Indonesia Lingkungan 2025 Talita Diland W menghadiri kegiatan Pelantikan Komunitas Cinta Film Indonesia KCFI Wilayah Sumatera Selatan yang dirangkaikan dengan Bedah Buku Perang Kota 120 Jam Rakyat Palembang. Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum KCFI Pusat para produser sutradara sejarawan serta pelaku seni teater Sumatera Selatan yang memeriahkan diskusi inspiratif mengenai peran dunia film dalam menjaga identitas budaya bangsa.
Suasana acara penuh semangat kreatif di mana setiap pelaku seni membawa pengalaman dan perspektif berkarya yang memperkaya dunia sinematografi lokal. Talita mengungkapkan kebanggaannya dapat menjadi bagian dalam momentum penting ini sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk pengembangan film sebagai media edukasi budaya dan pariwisata.
Menurut Talita karya seni termasuk film dan teater memiliki kemampuan kuat untuk menyampaikan nilai budaya dan sejarah sehingga menjadi elemen strategis dalam memperkuat identitas daerah serta memperluas potensi wisata nasional. Ia menegaskan bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang keindahan destinasi tetapi juga tentang cerita manusia dan karya kreatif yang melestarikannya.

Talita berharap kehadiran KCFI Sumatera Selatan menjadi wadah baru bagi generasi muda untuk berkarya berinovasi dan mempromosikan kekayaan daerah melalui film teater dan produksi visual. Sebagai Duta Pariwisata Indonesia ia berkomitmen membawa semangat Explore Promote and Enjoy untuk mengenalkan Sumatera Selatan melalui karya dan cerita yang hidup dan berpengaruh.
English Version Duta Pariwisata Indonesia Environment 2025 Talita Diland W Attends the Inauguration of Indonesian Film Lovers Community South Sumatra Chapter

Palembang Today Talita Diland W as Duta Pariwisata Indonesia Environment 2025 attended and was officially inaugurated at the Indonesian Film Lovers Community KCFI South Sumatra Chapter ceremony held alongside the Book Review of Perang Kota 120 Jam Rakyat Palembang. The event was attended by the Central Chairman of KCFI renowned producers directors historians and theater artists from Palembang and surrounding regions.
The atmosphere was filled with artistic passion and meaningful discussions highlighting how film plays an essential role in preserving cultural identity and introducing national heritage to the world. Talita expressed her honor to be part of this significant moment and acknowledged the importance of collaboration for promoting cinema as a creative cultural education medium.

Talita emphasized that tourism is not only about beautiful destinations but also about stories artworks and the people who preserve them. Artistic works such as film and theater have the power to touch audiences introduce history and strengthen cultural character while expanding tourism opportunities.
She hopes the establishment of KCFI South Sumatra becomes a platform for young creators to innovate produce and promote regional cultural wealth through film and performing arts. As Duta Pariwisata Indonesia she is committed to bringing the spirit of Explore Promote and Enjoy to introduce South Sumatra through compelling stories and meaningful creative productions.
