
Rifan Kumara Runner Up IV Duta Pariwisata Indonesia. Indonesia kembali menunjukkan pesonanya di kancah internasional, tidak hanya melalui destinasi wisata dan seni budaya, tetapi juga lewat kekayaan kulinernya. Kali ini, perwakilan tersebut datang dari Rifan Kumara, Runner Up IV Duta Pariwisata Indonesia 2025, yang berkesempatan memperkenalkan makanan khas daerah asalnya, Wonosobo – Jawa Tengah, di Malaysia. Misi sederhana namun bermakna ini menjadi pengingat akan kuatnya diplomasi budaya lewat rasa dan pengalaman kuliner.
Dalam kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh antusiasme tersebut, Rifan membawa dua hidangan tradisional yang menjadi identitas kuliner Wonosobo: nasi megono dan tempe kemul. Dua masakan ini dipilih bukan tanpa alasan – keduanya merepresentasikan keautentikan bumbu Jawa Tengah, kesederhanaan penyajian, serta kelezatan yang mudah diterima oleh banyak lidah.

Nasi Megono & Tempe Kemul: Cita Rasa Pegunungan dari Wonosobo
Nasi megono yang diperkenalkan Rifan merupakan hidangan tradisional berupa nasi putih yang dicampur dengan cacahan sayur umumnya kol atau kacang panjang yang kemudian dibumbui dengan kelapa parut yang telah dimasak bersama rempah. Hidangan ini identik dengan kesegaran rasa dan kesederhanaan, cocok disantap oleh semua kalangan dan terkenal sebagai makanan khas masyarakat pegunungan di Wonosobo.
Sementara itu, tempe kemul adalah ikon kuliner khas dataran tinggi Dieng. Sekilas mirip dengan mendoan, namun tempe kemul memiliki ciri tepung yang lebih tebal, berwarna kuning karena penggunaan kunyit, serta digoreng hingga renyah. Perpaduan rasa gurih, aromatik, dan tekstur yang crunchy ini menjadikan tempe kemul mudah disukai, termasuk oleh warga Malaysia yang mencicipinya untuk pertama kali.

Mendapat Sambutan Luar Biasa dari Warga Malaysia
Rifan menceritakan bahwa kehadirannya bersama kuliner khas Wonosobo disambut dengan antusiasme tinggi. Anak-anak maupun orang dewasa tampak tidak sabar menunggu hidangan disajikan. Bahkan, sebelum proses memasak selesai, banyak dari mereka sudah berkumpul untuk melihat cara pengolahannya.
“Disana orang-orang, terutama anak-anak, sangat antusias. Mereka bahkan sudah tidak sabar saat saya mulai memasak. Benar-benar pengalaman yang menyenangkan, sampai-sampai nasi yang saya buat kurang karena mereka suka sekali dengan masakan saya,” ujar Rifan.
Respons positif tersebut bukan sekadar kebanggaan pribadi bagi Rifan, tetapi juga bukti bahwa kuliner Indonesia memiliki daya tarik universal yang dapat diterima oleh budaya lain. Makanan menjadi jembatan untuk membangun kedekatan lintas negara dengan cara paling sederhana dan menyenangkan.

Diplomasi Kuliner sebagai Aksi Nyata Duta Pariwisata Indonesia
Sebagai Runner Up IV Duta Pariwisata Indonesia 2025, Rifan membawa misi besar: memperkenalkan Indonesia ke dunia lewat cara yang dekat, mudah dirasakan, dan penuh makna. Kuliner dipilihnya karena ia percaya makanan adalah bahasa universal yang bisa menghubungkan banyak orang tanpa batasan bahasa dan latar budaya. Apa yang dilakukan Rifan sejalan dengan semangat Duta Pariwisata Indonesia: Explore, Promote, and Enjoy menjelajah, mempromosikan, dan mengajak publik menikmati kekayaan nusantara dalam bentuk yang paling autentik.
Aksinya juga mencerminkan bahwa peran duta pariwisata tidak terbatas pada panggung nasional atau seremoni formal, namun justru hadir dalam interaksi kecil yang berdampak besar. Ketika orang asing belajar mengenal Indonesia melalui hidangan sederhana, di situlah pariwisata bekerja dalam cara paling organik.
Pengalaman memperkenalkan kuliner Wonosobo ini bukan hanya memperluas wawasan masyarakat Malaysia terhadap Indonesia, tetapi juga memperkuat karakter soft diplomacy yang saat ini menjadi salah satu kekuatan pariwisata nasional. Setiap gigitan nasi megono atau tempe kemul yang dinikmati warga Malaysia membawa cerita tentang budaya, tradisi, dan kearifan lokal Indonesia.
Rifan berharap pengenalan kuliner ini dapat menjadi langkah kecil namun bermakna untuk memperkenalkan pesona Wonosobo dan Jawa Tengah, sekaligus membuka jalan bagi promosi yang lebih luas terhadap pariwisata Indonesia. “Saya ingin teman-teman di luar negeri tahu bahwa Indonesia itu kaya. Kaya budaya, kaya rasa, dan kaya cerita. Kalau mereka suka makanannya, mereka akan penasaran dengan tempat asalnya. Dari situ, pariwisata mulai hidup,” tambahnya.
Dengan langkah konsisten para duta muda seperti Rifan, Indonesia dapat semakin memperkuat posisi sebagai negara dengan potensi wisata gastronomi terbaik di Asia.
International Feature: Indonesian Tourism Ambassador Introduces Wonosobo’s Signature Dishes to Malaysia and They Loved It!

Special Edition for U.S. Readers
Malaysia – Indonesia’s culinary diplomacy has once again reached international audiences through the initiative of Rifan Kumara, Runner Up IV of Duta Pariwisata Indonesia 2025 (Indonesian Tourism Ambassador). During his recent cultural visit to Malaysia, Rifan introduced two traditional dishes from his hometown, Wonosobo, Central Java and the reaction from locals was overwhelmingly enthusiastic.
For American readers who may be new to Indonesian cuisine, this story highlights the warm, flavorful, and culturally rich experiences that define Indonesian food. Through Rifan’s effort, Wonosobo’s culinary heritage becomes more visible to global audiences, especially those who seek new gastronomic adventures.

Introducing “Nasi Megono” & “Tempe Kemul” A Taste of Central Java
During the event, Rifan prepared two authentic dishes:
1. Nasi Megono
A flavorful rice dish mixed with chopped vegetables such as cabbage or long beans, then blended with seasoned grated coconut. This dish represents the essence of Javanese comfort food simple, aromatic, and deeply rooted in local agriculture.
2. Tempe Kemul
A crispy fried tempeh coated in a turmeric-infused batter. While Americans may be familiar with “tempeh” as a plant-based protein, tempe kemul brings a unique Indonesian twist: golden, crunchy, and lightly seasoned. It resembles the popular “mendoan,” but cooked crispier and enjoyed as a savory snack. These dishes showcase the diverse flavors of Indonesia fresh, organic, and rich with spices that create a memorable culinary experience.

Warm Welcome from Malaysian Families and Children
According to Rifan, the moment he started cooking, people began gathering around him, excited to see how Indonesian dishes were made from scratch. Children and adults alike watched eagerly and soon the smell of the food filled the air. “The kids couldn’t wait. They kept asking if the food was ready. Everyone loved it so much that I actually ran out of rice because they kept coming back for more,” Rifan shared with a smile.
This enthusiastic response proves something Americans have long known and loved: Food is one of the strongest bridges between cultures. Rifan’s cooking session transformed into a heartwarming culinary exchange, allowing foreign audiences to experience the warmth and hospitality of Indonesian culture through flavor and storytelling.

Indonesian Culinary Diplomacy: Bringing Culture to the World
As an Indonesian Tourism Ambassador, Rifan’s role is not only to promote destinations but also to introduce Indonesia’s cultural identity including its food heritage to the world. His initiative perfectly reflects Indonesia’s tourism spirit:
Explore, Promote, and Enjoy A motto that encourages young ambassadors to:
- Explore local wisdom
- Promote authentic traditions
- Share the joy of Indonesia with the global community
For American readers, this story underscores why Indonesia is increasingly recognized as one of Asia’s most exciting culinary destinations rich in flavors, traditions, and sustainability-driven food culture.

Why This Story Matters for U.S. Readers
The United States has a growing interest in:
- International travel
- Global gastronomy
- Plant-based and sustainable food culture
- Authentic, cultural experiences
Indonesian cuisine, particularly dishes like tempe, is becoming more popular in American cities such as New York, Los Angeles, and Seattle. Rifan’s initiative demonstrates how Indonesian food is not only delicious but culturally significant and worth exploring deeper. For U.S. travelers, Wonosobo and Central Java offer:
- Cool mountain landscapes
- Ancient temples
- Organic local cuisine
- Cultural festivals
- Authentic village experiences
Rifan’s story serves as an invitation for American audiences to add Indonesia and Wonosobo to their travel list. A Taste of Indonesia, Shared with the World. By sharing two simple home-cooked dishes, Rifan Kumara successfully introduced a piece of Indonesia’s soul to an international audience. His experience shows how powerful food can be in building cross-cultural connections. From Central Java to Malaysia and now to U.S. readers Indonesian flavors continue to travel, inspire, and unite.
Indonesia is waiting to be explored.
Your next unforgettable culinary adventure starts here.
