Desa Pemuteran Bali Raih Penghargaan “Best Tourism Village 2025” dari UN Tourism: Inspirasi Pariwisata Berkelanjutan & Komunitas Lokal

Isu Pariwisata Terkini – Desa Wisata Pemuteran di Kabupaten Buleleng, Bali, kembali mengharumkan nama Indonesia di panggung pariwisata global. Dalam ajang Best Tourism Villages by UN Tourism 2025 yang digelar di Huzhou, Tiongkok, Pemuteran terpilih sebagai salah satu dari 52 desa wisata terbaik di dunia, mengalahkan ratusan kandidat dari puluhan negara. 

Penghargaan ini diterima oleh Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Bapak Hariyanto, bersama perwakilan Desa Pemuteran yakni I Gusti Agung Ngurah Kertiyasa dan I Ketut Sutrawan Selamet

Sebagai Duta Pariwisata Indonesia 2025, kami menyambut kabar ini dengan kebanggaan dan keyakinan. Prestasi Pemuteran bukan hanya sekadar penghargaan, melainkan simbol keberhasilan pariwisata berbasis komunitas di mana alam, budaya, dan masyarakat lokal tumbuh bersamaan dalam harmoni.

Pengakuan oleh UN Tourism mempertegas bahwa model pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif dapat menjadi jalan transformasi positif bagi desa-desa wisata di Indonesia. Melalui inisiatif seperti ini, pariwisata tidak hanya menjadi mesin ekonomi tetapi juga pilar pelestarian lingkungan dan pemberdayaan sosial.


Beberapa faktor utama yang membuat Pemuteran menonjol dalam seleksi internasional:

  1. Pelestarian Ekosistem Laut
    Pemuteran dikenal sebagai surga bawah laut, dengan terumbu karang yang dipelihara oleh komunitas lokal. Upaya rehabilitasi terumbu karang melalui proyek seperti BioRock menjadi salah satu poin unggulan.
  2. Kolaborasi Komunitas
    Keterlibatan aktif warga, pelaku usaha lokal, dan pemerintah menciptakan ekosistem wisata yang inklusif. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, menyoroti bahwa sinergi ini adalah kunci keberhasilan.
  3. Pelestarian Budaya Lokal
    Desa Pemuteran tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menjaga tradisi dan kearifan lokal Bali. Budaya lokal dipertahankan dan dijadikan bagian dari pengalaman wisata, memperkaya nilai destinasi.
  4. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
    Melalui pariwisata berbasis komunitas, warga lokal diberdayakan baik dalam usaha wisata, kerajinan, maupun kegiatan kreatif lainnya. Keberhasilan ini menciptakan dampak ekonomi positif sekaligus menjaga identitas lokal.

Bagi Duta Pariwisata Indonesia 2025, penghargaan ini menghadirkan sejumlah inspirasi dan misi strategis:

  • Inspirasi bagi Desa Wisata Lain
    Pemuteran menjadi contoh nyata bahwa desa wisata Indonesia punya potensi bersaing secara global. Kami berkomitmen untuk menyuarakan dan mendorong desa-desa wisata lain mengikuti jejak Pemuteran — mengoptimalkan alam, budaya, dan kolaborasi komunitas.
  • Penguatan Pariwisata Berkelanjutan
    Sebagai duta, salah satu fokus kami adalah mempromosikan pariwisata yang tidak sekadar mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga menjaga ekosistem dan kualitas hidup masyarakat lokal. Penghargaan ini memperkuat narasi bahwa pariwisata bisa dan harus berkelanjutan.
  • Jejaring Internasional
    Dengan Pemuteran bergabung dalam Global Network of Best Tourism Villages, terbuka peluang bagi pertukaran pengalaman, pelatihan, dan kolaborasi global. Kami melihat ini sebagai jembatan untuk memperkuat citra pariwisata Indonesia di mata dunia.
  • Pemberdayaan Generasi Muda
    Komunitas desa wisata seperti Pemuteran memberikan ruang bagi generasi muda lokal untuk belajar, berkarya, dan tumbuh sebagai pemimpin pariwisata masa depan. Duta Pariwisata Indonesia berkomitmen untuk mendukung pengembangan kapasitas generasi muda di desa wisata.

Kami mengapresiasi langkah strategis Kementerian Pariwisata yang terus menguatkan desa wisata di Indonesia. Inisiatif Best Tourism Village oleh UN Tourism sejalan dengan target pembangunan pariwisata nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Tak lupa, penghargaan ini adalah hasil kerja keras warga Pemuteran, pelaku Pokdarwis (kelompok sadar wisata), pengusaha lokal, LSM, dan berbagai pemangku kepentingan pariwisata. Kolaborasi yang kuat menjadi fondasi utama pencapaian ini.


  • Untuk Pemerintah Daerah dan Nasional: Gunakan momentum Pemuteran sebagai contoh model desa wisata berkelanjutan. Kembangkan program pendampingan, pelatihan, dan investasi ramah lingkungan untuk desa wisata lain.
  • Untuk Komunitas Lokal: Terus pertahankan komitmen menjaga alam, budaya, dan identitas lokal. Pariwisata bukan hanya tentang wisatawan, tetapi tentang warisan dan kesejahteraan masyarakat.
  • Untuk Wisatawan: Saat berkunjung ke Pemuteran, hargai upaya konservasi lokal — nikmati keindahan bawah laut, pelajari budaya lokal, dan dukung pelaku usaha lokal.
  • Untuk Duta Pariwisata Indonesia: Jadikan keberhasilan Pemuteran sebagai amanah untuk memperkuat kampanye pariwisata berkelanjutan di seluruh nusantara.

Penghargaan Best Tourism Village 2025 yang diraih Desa Pemuteran bukan hanya kebanggaan bagi Bali atau Indonesia, tetapi bukti nyata bahwa pariwisata dapat menjadi motor pembangunan yang manusiawi, inklusif, dan ramah lingkungan. Dari sudut pandang Duta Pariwisata Indonesia 2025, ini adalah panggilan untuk melanjutkan perjuangan: mendorong desa-desa wisata lain bersinar di panggung global, sambil menjaga akar budaya dan ekosistem kita.

Melalui kolaborasi, inovasi, dan komitmen lokal, kita bisa menjadikan pariwisata bukan sekadar destinasi, tetapi agen perubahan positif bagi masa depan Indonesia.


Pemuteran Village in Bali Wins Best Tourism Village 2025 and Strengthens Indonesia’s Global Tourism Identity

Denpasar, 19 October 2025 – Pemuteran Village in Buleleng, Bali has once again brought pride to Indonesia on the global stage after being selected as one of the Best Tourism Villages 2025 by UN Tourism during the international gathering in Huzhou, China. Pemuteran is listed among only fifty two villages worldwide that received this honor, placing Indonesia alongside leading destinations known for strong community engagement and sustainable tourism practices.

The award was received on behalf of Indonesia by the Deputy for Tourism Destination and Infrastructure Development from the Ministry of Tourism, accompanied by two village representatives. This recognition highlights the long term commitment of Pemuteran’s community in preserving nature, empowering residents, and building a tourism ecosystem that values culture and sustainability.

Strategic Value for Indonesian Tourism

From the perspective of Duta Pariwisata Indonesia 2025, this achievement is more than a celebration. It is a national milestone that reflects how community based tourism can succeed when culture, sustainability, and local participation grow together with equal importance.

Pemuteran’s international recognition proves that Indonesia’s tourism destinations have the capacity to rise through innovation, conservation based initiatives, and inclusive community participation. It reaffirms the belief that sustainable tourism is not a trend, but a long term foundation for the future of Indonesian tourism.

Pemuteran impressed the selection panel through several core strengths that reflect the essence of sustainable tourism.

  • Marine ecosystem preservation Pemuteran has long been known for its coral reef conservation efforts. The community collaborates with local groups to rehabilitate coral reefs through creative initiatives such as the BioRock program. This commitment to protecting marine life is one of Pemuteran’s defining achievements.
  • Community collaboration The active involvement of local residents, tourism actors, youth groups, and government officials creates a strong and inclusive tourism structure. The collective spirit of the Pemuteran community shows that tourism success is strongest when built through shared responsibility.
  • Cultural preservation Pemuteran does not rely solely on its natural beauty. The village also protects Balinese culture and integrates local traditions into the tourism experience. Visitors enjoy nature, but also learn about the way of life and cultural identity of the local people.
  • Economic empowerment Through community based tourism, local residents benefit directly from economic opportunities. Tourism helps strengthen local businesses, creative industries, and cultural activities. This ensures that growth is not only measured by tourist arrivals but also by improved welfare among residents.

For Duta Pariwisata Indonesia 2025, the success of Pemuteran provides inspiration and a clear direction for ongoing tourism development.

  • A model for other villages
    Pemuteran stands as proof that many Indonesian villages have the potential to compete globally. This achievement motivates other tourist villages across Indonesia to develop more professional, sustainable, and culturally enriched tourism programs.
  • Strengthening sustainable tourism
    As tourism ambassadors, one of our main missions is to promote sustainability. Pemuteran’s recognition reinforces the need to ensure that tourism growth protects the environment and uplifts communities at the same time.
  • Global networking opportunities
    By joining the Global Network of Best Tourism Villages, Pemuteran gains access to international knowledge exchange and collaboration. This network also opens new opportunities for Indonesia to promote its tourism identity more broadly on the global stage.
  • Youth empowerment
    Pemuteran’s success shows how important it is to empower young people at the village level. Local youth are essential in developing future tourism innovation. Duta Pariwisata Indonesia 2025 aims to support educational and creative opportunities for youth in various tourism villages nationwide.

Appreciation and Support

We extend high appreciation to the Ministry of Tourism, the Buleleng regional government, local community groups, tourism actors, and all residents of Pemuteran who have worked together to achieve this global recognition. This accolade represents the harmonious partnership that continues to strengthen the foundation of Indonesian tourism.

  • For government stakeholders
    Use this momentum to support more village based tourism initiatives with training, coaching, and environmentally friendly investments.
  • For local communities
    Keep protecting cultural identity and natural assets. Sustainable tourism begins with consistent local commitment.
  • For travelers
    When visiting Pemuteran, respect local conservation efforts, support local businesses, and participate in ethical tourism activities.
  • For Duta Pariwisata Indonesia
    Let this achievement guide our mission to champion responsible tourism and elevate the global presence of Indonesia’s tourism villages.

The Best Tourism Village 2025 title awarded to Pemuteran Village is a powerful reminder of Indonesia’s potential in sustainable and community based tourism development. From the viewpoint of Duta Pariwisata Indonesia 2025, Pemuteran’s triumph represents a future where Indonesian destinations grow through environmental care, cultural heritage, and community empowerment.

Indonesia stands ready to bring more villages to the global stage. With collaboration, innovation, and shared vision, sustainable tourism will continue to be a driving force for a resilient and inclusive future.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *