
Isu mengenai proyek Lift Kaca Kelingking Beach, Nusa Penida, kembali menjadi sorotan publik setelah gelombang pemberitaan terbaru yang memuat pendapat dan dorongan dari Forum Paiketan Pesikian Bendesa Adat Sejebag Nusa Penida yang mengusulkan agar proyek lift kaca dipertimbangkan kembali demi kepentingan ekonomi masyarakat lokal serta peningkatan akses wisata.
Sebelumnya, proyek lift kaca di Kelingking Beach yang dibangun untuk mempermudah akses wisatawan menuju area pantai bawah dihentikan sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Bali dan diperintahkan untuk dibongkar secara mandiri karena ditemukan pelanggaran perizinan serta potensi ancaman terhadap kelestarian lingkungan dan struktur tebing.
Namun, berita kembali mencuat setelah Forum Paiketan Pesikian Bendesa Adat Sejebag Nusa Penida menyampaikan harapan agar ada pertimbangan ulang dan solusi adil bagi masyarakat adat. Mereka berpendapat bahwa proyek tersebut berpotensi mendukung peningkatan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menghadirkan fasilitas pariwisata yang modern bagi wisatawan.
Meskipun demikian, Duta Pariwisata Indonesia tetap berpijak pada prinsip pariwisata berkelanjutan. Bagi kami, pembangunan harus berorientasi pada keseimbangan antara manfaat ekonomi, perlindungan lingkungan, serta pelestarian budaya lokal.
Proyek lift kaca setinggi 182 meter di tebing Kelingking Beach, Nusa Penida gagasan untuk mempermudah akses ke pantai telah memantik perdebatan sengit di tengah masyarakat, pemangku adat, pemerhati lingkungan, dan pemangku kebijakan.
Pada 23 November 2025, Pemerintah Provinsi Bali melalui perintah gubernur resmi menghentikan proyek tersebut dan memerintahkan pembongkaran struktur karena ditemukan pelanggaran izin tata ruang dan potensi risiko terhadap kelestarian lingkungan serta keamanan kawasan.
Namun di sisi lain, perwakilan Bendesa Adat se‑Nusa Penida mendesak agar proyek tetap dilanjutkan karena diyakini membawa manfaat ekonomi dan pengembangan pariwisata lokal. @Beritabali.com+1

Suara Bendesa Adat dan Masyarakat Lokal
Para Bendesa Adat menyatakan bahwa penghentian dan perintah pembongkaran dianggap sebagai keputusan yang mengecewakan. Mereka menilai bahwa proyek lift kaca memberikan peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan warga Nusa Penida melalui peningkatan kunjungan wisatawan, penyerapan tenaga kerja, serta hadirnya investasi infrastruktur. Sumber : @Beritabali.com+1
Walau menghormati keputusan pemerintah, mereka berharap ada dialog ulang agar aspirasi masyarakat lokal dipertimbangkan terutama terkait aksesibilitas dan pembangunan ekonomi di kawasan pariwisata. Sumber : @Beritabali.com+1

Perspektif Duta Pariwisata Indonesia: Pariwisata Berkelanjutan adalah Jawabannya
Sebagai bagian dari generasi muda yang peduli terhadap masa depan pariwisata Indonesia, Duta Pariwisata Indonesia menyampaikan pandangan kritis namun konstruktif terhadap kondisi ini:
- Keharmonisan alam, budaya, dan lingkungan adalah fondasi sejati pariwisata bernilai jangka panjang. Jika suatu proyek seperti lift kaca berpotensi merusak keindahan bentang alam dan nilai ekosistem, maka penghentian dan pembongkaran adalah langkah bertanggung jawab.
- Aksesibilitas penting, tetapi tidak boleh mengabaikan resiko terhadap stabilitas tebing dan keselamatan wisatawan. Akses wisata hendaknya tidak menghancurkan karakter alam yang membuat destinasi itu spesial.
- Sebagai alternatif, Duta Pariwisata Indonesia mendorong pengembangan jalur tradisional seperti perbaikan tangga setapak dengan standar keamanan dan kenyamanan yang baik. Dengan demikian, pengalaman perjalanan tetap autentik, menantang, dan ramah lingkungan.
- Pembangunan infrastruktur di kawasan sensitif harus melalui proses izin yang transparan, konsultasi dengan masyarakat adat, analisis lingkungan menyeluruh, dan menghormati kearifan lokal.



Kesimpulan: Pariwisata yang Bertanggung Jawab, Untuk Sekarang dan Masa Depan
Kasus lift kaca di Kelingking Beach menyadarkan kita bahwa tidak semua inovasi cocok untuk setiap tempat. Sebuah destinasi tidak hanya soal kemudahan akses, tetapi soal menjaga keaslian dan ekosistem yang sudah ada.
Duta Pariwisata Indonesia mendukung sepenuhnya keputusan pemerintah bila memang untuk menjaga kelestarian alam dan budaya. Namun, kami juga menegaskan perlunya dialog – bukan hanya antara pemangku kebijakan dan investor tetapi dengan masyarakat lokal sebagai pemilik adat dan penjaga destinasi.
Pariwisata berkelas bukan diukur dari beton tinggi atau kemudahan instan, tetapi dari keberlanjutan alam, budaya, dan kesejahteraan komunitas. Semoga keputusan ini menjadi momentum membangun pariwisata Indonesia yang lebih bijak, berwawasan panjang, dan penuh tanggung jawab.
Kelingking Glass Lift Project Not at the Finish Line Yet
From Controversy to Sustainable Solutions: Indonesia Tourism Ambassador Perspective
The discussion around the Kelingking Beach Glass Lift Project in Nusa Penida has resurfaced after renewed public response from Forum Paiketan Pesikian Bendesa Adat Sejebag Nusa Penida, which urged reconsideration of the lift project for the sake of economic growth and improved accessibility for local communities.
The glass lift, initially designed to simplify access to the lower beach area, was fully halted by the Bali Provincial Government and ordered to be dismantled due to permit violations and potential environmental risks affecting the coastal cliffs and landscape.
Recently, the issue has resurfaced following statements from the traditional community leadership forum requesting fair solutions that take into account economic benefits and welfare opportunities for local residents.
From the perspective of the Indonesia Tourism Ambassador, sustainable tourism must remain the foundation of development. If the project violates environmental regulations or poses risk to natural structures and visitor safety, then the termination and dismantling remain the responsible and necessary step.
Instead of lifting infrastructure on a fragile cliff, we propose enhancing the existing staircase pathway to improve safety, comfort, and accessibility without compromising the natural landscape or authenticity of visitor experience.
This approach ensures that Kelingking Beach remains preserved, tourism continues to support local communities, and the spirit of adventure stays alive for travelers who seek the breathtaking view from its iconic heights.
Pariwisata yang baik bukan tentang membangun lebih tinggi, tetapi tentang menjaga lebih bijak.
Kelingking deserves protection. Nature must come first.
