Isro Ussholihin, Duta Pariwisata Indonesia Karisma 2025, Ikut Aktif dalam Festival Golok Ciomas di Serang

Isro Ussholihin Duta Pariwisata Indonesia Karisma 2025 menjalankan tugas promosi budaya pada gelaran Festival Golok Ciomas yang berlangsung di Kabupaten Serang Provinsi Banten pada 14 sampai 15 November. Kehadirannya menjadi bagian dari misi nasional untuk memperkuat citra pariwisata Indonesia melalui pelestarian tradisi lokal yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Festival Golok Ciomas dikenal sebagai salah satu agenda kebudayaan paling berpengaruh di Banten dengan fokus utama pada warisan pembuatan golok Ciomas yang telah diwariskan turun temurun oleh para empu. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan identitas masyarakat setempat tetapi juga menjadi bagian dari daya tarik wisata budaya yang terus dikembangkan oleh pemerintah daerah.

Isro Ussholihin menyampaikan bahwa keberadaan festival ini memberikan ruang penting bagi generasi muda untuk memahami keahlian para empu dalam menempa besi serta menghargai filosofi yang tercermin melalui setiap bilah golok. Ia menambahkan bahwa golok Ciomas bukan sekadar senjata tradisional namun juga simbol kehormatan kerja keras dan karakter masyarakat Banten.

Pada kesempatan tersebut Isro berinteraksi dengan para perajin setempat komunitas budaya serta pengunjung yang datang dari berbagai wilayah. Ia menunjukkan komitmen sebagai Duta Pariwisata Indonesia Karisma 2025 melalui kegiatan peliputan konten promosi wawancara budaya serta dokumentasi visual yang akan digunakan untuk kampanye digital pariwisata nasional.

Dalam rangkaian acara festival para empu memperlihatkan proses penempaan besi mulai dari pembakaran pembentukan hingga penghalusan bilah golok. Beragam pertunjukan tradisional juga digelar untuk memperkaya pengalaman wisata seperti seni tari pencak silat dan pameran kerajinan khas Banten. Kehadiran Duta Pariwisata Indonesia memperkuat promosi agenda budaya tersebut agar dapat menjangkau wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Isro menegaskan bahwa Banten memiliki potensi wisata budaya yang sangat kuat terutama pada sektor kerajinan tradisional. Festival Golok Ciomas menurutnya menjadi momentum untuk memperluas jangkauan promosi dan memperlihatkan bahwa pariwisata Indonesia memiliki identitas yang beragam di setiap daerah.

Pemerintah Kabupaten Serang menyambut baik kehadiran Duta Pariwisata Indonesia yang dianggap mampu menjadi jembatan promosi bagi program budaya lokal. Festival Golok Ciomas diharapkan semakin dikenal sebagai agenda tahunan berskala nasional dan menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin mempelajari budaya masyarakat Banten secara langsung.

Sebagai bagian dari tugas nasionalnya Isro Ussholihin berfokus pada penyajian konten yang menonjolkan edukasi budaya penguatan identitas daerah dan daya tarik wisata yang relevan dengan kebutuhan pembaca internasional. Upaya tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap strategi promosi pariwisata Indonesia berbasis budaya lokal.

Festival Golok Ciomas 2025 ditutup dengan pesan penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah komunitas budaya dan generasi muda agar pelestarian seni menempa golok Ciomas terus berlanjut. Isro Ussholihin menegaskan bahwa pelestarian budaya bukan hanya upaya menjaga masa lalu tetapi juga strategi menghadirkan nilai baru bagi pariwisata Indonesia.

Acara ini menjadi pembuktian bahwa budaya dan pariwisata dapat berjalan beriringan serta membuka peluang lebih besar bagi Kabupaten Serang untuk masuk sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata budaya di Indonesia.


Isro Ussholihin Indonesian Tourism Ambassador Karisma 2025 Attends the Ciomas Golok Festival in Serang Banten

Serang Banten November 15 2025
Isro Ussholihin Indonesian Tourism Ambassador Karisma 2025 carried out his cultural promotion duties at the Ciomas Golok Festival held in Serang Regency Banten Province on November 14 to 15. His presence supports a national mission to strengthen Indonesia tourism image through heritage preservation and local cultural empowerment.

The Ciomas Golok Festival stands as one of Banten most prominent cultural events highlighting the legendary craft of Ciomas golok making a tradition passed down for generations by local master smiths. This craft represents not only the identity of the Ciomas community but also a cultural attraction with strong tourism potential.

Isro Ussholihin emphasized that the festival plays a crucial role in educating younger generations about the craftsmanship philosophy and dedication of the traditional blacksmiths. He noted that the Ciomas golok is more than a traditional blade as it symbolizes honor resilience and the character of Banten people.

During the event Isro interacted with local craftsmen cultural communities and visitors from various regions. As Indonesian Tourism Ambassador he produced promotional content conducted cultural interviews and documented visual materials to support Indonesia digital tourism campaign.

The festival program included a full demonstration of the forging process from heating and shaping to refining the blade. Cultural performances such as traditional dance pencak silat and local craft exhibitions enriched the visitor experience. The presence of the Indonesian Tourism Ambassador played an important role in broadening the festival visibility among domestic and international audiences.

Isro highlighted Banten strong cultural tourism potential especially in traditional craftsmanship. According to him the Ciomas Golok Festival is an important platform for expanding cultural promotion and showcasing the diverse heritage of Indonesian regions.

The Serang Regency Government welcomed the ambassador presence viewing it as a strategic support for strengthening the promotion of local cultural programs. The event is expected to grow into a nationally recognized annual festival and a cultural tourism magnet.

As part of his national duty Isro focuses on producing content that supports cultural education regional identity and international tourism interest. This effort aligns with Indonesia tourism promotion strategy rooted in cultural authenticity.

The Ciomas Golok Festival concluded with a message encouraging collaboration between local government cultural communities and young generations to ensure the sustainability of Ciomas golok craftsmanship. Isro emphasized that cultural preservation is not only a way to honor the past but also a pathway to strengthening Indonesia tourism future.

This event demonstrates that culture and tourism can grow together offering new opportunities for Serang Regency to rise as a leading cultural tourism destination in Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *