
Duta Pariwisata Indonesia Digital 2025
Lampung, Indonesia – Sebagai bagian dari komitmen dalam mempromosikan pariwisata Indonesia melalui pendekatan digital yang kreatif, Naffis Eshal Ramadhan, Duta Pariwisata Indonesia Digital 2025, kembali menginspirasi publik melalui petualangan terbarunya di Way Tayas, salah satu permata alam Lampung yang masih jarang dijamah wisatawan. Perjalanan ini memperlihatkan bahwa pariwisata Indonesia tidak hanya tentang tempat yang indah, tetapi tentang cerita, perjalanan emosional, dan ikatan kita dengan alam.
Way Tayas, yang berada di pedalaman Lampung, menyajikan keelokan air terjun, hutan tropis yang rimbun, serta atmosfer tenang yang menjadi ruang penyembuh bagi siapa pun yang mencapainya. Destinasi ini tengah berkembang sebagai salah satu daya tarik wisata petualangan yang potensial memadukan unsur trekking, eksplorasi alam, serta ketenangan spiritual bagi penikmatnya.
Dalam perjalanannya, Naffis menggambarkan bahwa Way Tayas bukan sekadar spot foto bagi wisatawan digital, tetapi ruang refleksi yang menghadirkan makna perjalanan itu sendiri. “Ini bukan sekadar destinasi, tapi perjalanan yang penuh cerita. Melewati jalan setapak, menyusuri hutan, hingga akhirnya bertemu dengan keindahan tersembunyi bernama Way Tayas. Setiap tetes air terjun, setiap hembusan angin, dan setiap langkah kaki di tanah ini jadi bagian dari petualangan yang nggak bisa dibeli, hanya bisa dirasakan,” ujar Naffis.
Perjalanan menuju Way Tayas sendiri menjadi pengalaman yang mengajarkan banyak hal rasa syukur, keberanian, dan koneksi dengan alam. Trek sepanjang jalur menuju air terjun menghadirkan tantangan tersendiri, namun semua terbayar ketika suara gemuruh air terjun mulai terdengar dari kejauhan.

Duta Pariwisata Indonesia Digital 2025
Lebih dari Sekadar Menikmati – Tanggung Jawab Menjadi Penjaga Alam
Sebagai Duta Pariwisata Indonesia Digital 2025, Naffis menyadari bahwa tugas utamanya bukan hanya menikmati, tetapi juga menyampaikan pesan penting kepada publik tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam.
“Di tengah alam yang megah ini, aku memilih untuk hadir bukan hanya sebagai penikmat, tapi sebagai penjaga dan pewarta pesona yang ada. Way Tayas bukan cuma tempat… tapi pengalaman yang bakal terus hidup dalam ingatan,” tegasnya.
Narasi yang dibangun Naffis menunjukkan bahwa generasi muda dapat menjadi agen perubahan dalam menjaga pariwisata Indonesia agar tetap lestari. Konten digital kini bukan hanya dokumentasi, tetapi sarana edukasi dan inspirasi.

Duta Pariwisata Indonesia Digital 2025
Perspektif Founder Duta Pariwisata Indonesia
Founder Duta Pariwisata Indonesia, I Putu Andre Purnama Hendra, memberikan apresiasi terhadap tindakan Naffis yang dinilai sesuai dengan arah perkembangan pariwisata Indonesia ke depan terutama untuk wisata minat khusus dan ekowisata.
“Apa yang dilakukan Naffis adalah bentuk pariwisata yang ideal untuk masa depan wisata yang tidak hanya mempromosikan keindahan, tetapi memaknai dan menjaga alam. Generasi muda seperti Naffis adalah wajah baru pariwisata Indonesia yang tidak hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi memberikan kembali melalui edukasi dan aksi nyata,” ungkap Andre.
Ia juga menekankan pentingnya memperkenalkan destinasi tersembunyi seperti Way Tayas yang berpotensi besar mengangkat ekonomi lokal dan memberikan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Duta Pariwisata Indonesia Digital 2025
Way Tayas: Rute, Akses, dan Informasi Wisata
Untuk para wisatawan yang tertarik mengeksplor Way Tayas, berikut informasi perjalanannya:
Lokasi: Way Tayas, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.
Akses:
– Dari Kota Bandar Lampung memakan waktu ± 2,5–3 jam perjalanan darat.
– Wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi menuju desa terdekat, kemudian melanjutkan perjalanan dengan motor atau berjalan kaki.
Trekking:
– Trek menuju air terjun berkisar 25–40 menit dari area parkir.
– Jalur berupa tanah dan batu, melewati hutan kecil serta aliran sungai.
Daya Tarik:
– Air terjun alami yang masih sangat jernih
– Suasana hutan yang sunyi dan damai
– Cocok untuk wisata petualangan, healing, hingga fotografi alam
Tips untuk Pengunjung:
– Jangan datang saat hujan karena jalur licin
– Gunakan sepatu trekking
– Selalu bawa pulang sampah sendiri
– Hormati masyarakat lokal
– Jaga ketenangan dan kelestarian alam sekitar
Destinasi seperti Way Tayas memerlukan edukasi berkelanjutan agar tetap terjaga kealamiannya. Wisatawan diharapkan selalu menerapkan prinsip responsible tourism dalam setiap langkah.

Duta Pariwisata Indonesia Digital 2025
Peran Duta Pariwisata Indonesia Digital dalam Era Modern
Perjalanan Naffis Eshal Ramadhan ini memperlihatkan bagaimana peran seorang duta telah berkembang. Mereka bukan hanya wajah promosi, tetapi juga komunikator digital yang membawa isu keberlanjutan, konservasi alam, serta representasi positif anak muda.
Melalui pendekatan digital foto, video, narasi, dan storytelling Naffis mampu menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi Gen-Z dan milenial yang cenderung mencari pengalaman autentik. Ia membuktikan bahwa promosi pariwisata di era digital tidak harus selalu glamor, tetapi harus dapat menyentuh perasaan dan menumbuhkan kesadaran.
Petualangan Naffis di Way Tayas bukan hanya perjalanan wisata, tetapi perjalanan yang menghidupkan kembali nilai cinta alam, tanggung jawab, dan kebanggaan terhadap Indonesia. Melalui langkah kecil namun bermakna seperti ini, Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai negara dengan kekayaan alam yang mendunia.
Way Tayas kini menjadi simbol keindahan yang dikenalkan dari hati, dan Naffis adalah salah satu duta yang berhasil membawa kisah itu ke publik.
